Capturing The Great Silk Road with OPPO Reno 10x Zoom

Uzbekistan, sebuah Negara pecahan Uni Soviet yang terbilang masih sangat muda. Menyuarakan untuk merdeka di tahun 1991, kini Uzbekistan berdiri mandiri, dengan segala peninggalan sejarah yang tak lekang oleh waktu. Menelusuri serpihan sejarah di Uzbekistan sebuah sebuah perjalanan waktu, kembali ke abad 18, di mana semua bangunan masih dibangun dengan landasan batu bata, alami hanya dipoles dengan cat berwarna dasar biru dan hijau. Uzbekistan mungkin belum sepopuler Negara di bagian Asia Timur atau Asia Tenggara dan Selatan. Perjalananku selama satu pekan di Uzbekistan, membuka pikiran, merenungi sejenak akan sejarah peninggalan islam semasa penyebarannya melalui Negara jalur sutra ini di abad 15.

Selama satu pekan, ada ratusan foto yang tersimpan rapi di gallery OPPO Reno milikku. Perjalanan kali ini terasa spesial, karena setiap momen akan terekam melalui device OPPO Reno dengan fitur terbaru mereka yang memasukkan teknologi hybrid 10x zoom ke dalam sebuah smartphone, it’s genius! Untuk moment catcher yang spontan seperti aku, smartphone ini jadi sahabat traveling terbaik. Aku banyak memotret momen-momen spontan, detail ornamen pada bangunan kuno, juga momen ketika malam menyapa, semuanya dalam sentuhan jari, namun hasilnya sangat memuaskan. Aku juga hanya cukup mengisi ulang daya baterai satu kali dalam sehari dan itupun hanya memakan waktu 60-80 menit hingga 100%! OPPO Reno 10x zoom ini memiliki teknologi VOOC 3.0, dengan pengisian daya baterai cepat, sangat membantu untuk aku yang sangat aktif di sosial media, video, dan foto di Instagram.

Setelah semuanya siap, aku memulai perjalanan dari Barat ke Timur, dari kota yang masih sangat menjungjung tinggi peradaban di masa lalu, hingga kota yang lebih modern.

1. Khiva

Perjalanan ini dimulai dari sebuah kota kecil bersejarah di sudut Barat Uzbekistan, Khiva. Sebuah kota yang dikelilingi oleh benteng yang cukup tinggi dengan suasana kota yang sangat meneduhkan pikiran. Kota ini sangat kecil, hanya dibutuhkan waktu satu hari, kaki ini sudah meninggalkan jejak hampir di seluruh pelosok kota. Ada banyak peninggalan madrasah yang telah disulap menjadi home stay atau hotel. Beberapa peninggalannya juga dijadikan museum. Pemandangan yang disuguhkan di Khiva sangat bertolak belakang dengan kota lainnya di Uzbekistan. Ketika sore hari, ada banyak sekali anak anak kecil yang berlarian dengan riang di alun-alun kota. Ada banyak lansia yang berseliweran, tanpa ada sedikit rasa sesak di pikiran mereka. Semuanya tersenyum bahagia, tanpa beban. Momen favoritku adalah sunset di Watch Tower. Dari menara ini, kita bisa melihat kecantikan kota Khiva yang dibatasi oleh benteng yang kokoh. Pemandangan yang sangat kontras terasa dengan kota di luar Khiva yang terlihat modern, seolah kita berada di dua zaman yang berbeda.

General Tips :
  • Beli Tiket Standard seharga 200 Soms (bisa masuk ke semua museum di Khiva) + 1 tiket tambahan untuk melihat sunset di watch Tower.
  • Jika ingin bersantai dengan view yang yang Indah dan makanan yang lezat, Terassa café adalah pilihan terbaik!
  • Jika suka sunrise dan fotografi, coba menuju Islam Khoja Minaret, salah satu Minaret paling indah di Khiva.
  • Tempat foto favoritku lainnya adalah alun-alun di depan gerbang Itchan Kala saat sunset/sunrise.
  • Jika kalian mencari tempat dengan banyak ornament indah, Tach Khaouli adalah pilihan yang tepat!
Photography Tips :
  • Selama aku di Khiva, aku menggunakan banyak mode 10x Zoom OPPO Reno. Ada banyak sekali detail dari Minaret (tower) yang sangat menarik jika di zoom lebih dekat. Mode zoom sangat berguna untuk pengambilan foto di Khiva. Selain untuk menghindari distorsi dari objek gedung atau Minaret di Khiva, lensa zoom juga melatih mata untuk menemukan objek objek yang kadang terlewat oleh mata kita karena keterbatasan jarak.
  • Salah satu objek favoritku adalah Kalta Minor Minaret. Aku memotret dengan mode zoom hingga 10x dengan OPPO Reno milikku dari rooftop Terassa restaurant ketika sunset. Aku mendapatkan gradasi + ornamen pada Kalta Minor Minaret yang sangat menarik dan tajam.
  • Bermainlah dengan foreground atau objek tambahan di yang letaknya di depan dari objek utama. Foreground bisa berupa dedaunan atau bangunan lain di depan objek utama untuk menambah estetika dan melengkapi ruang yang terlalu kosong. Penambahan foreground pada foto juga membuat penikmat foto merasa lebih dekat dengan foto.

(lokasi : Islam Khoja Minaret)

(lokasi : Kalta Minor Minaret. Dari Terassa Restaurant)

Food Recommendation :
  • Terrassa Cafe & Restaurant
  • their BBQ & Beef Medallion are amazing!
  • Khorezm Art restaurant
  • I was trying their plov (fried rice with beef and corn), it was amazing!
How To Get To Khiva?
  • Tersedia Train dari Tashkent, Samarkand, Bukhara ke Khiva.
  • Pesawat dari Tashkent menuju Urgench, kota terdekat dari Khiva. Untuk jadwal penerbangan tidak setiap hari, jangan lupa selalu cek di website

2. Bukhara

Move on dari Khiva, aku mengepack semua perlengkapanku untuk melanjutkan traveling ke Bukhara. Meski hanya satu hari, Bukha meninggalkan sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Suasana kota Bukhara lebih ramai dengan lebih banyak pilihan restauran, dan tempat berbelanja, Bukahara memiliki nuansa yang berbeda dengan Khiva. Ornamen-ornamen yang terdapat di bangunan kuno Bukhara juga sedikit berbeda dengan Khiva. Berkeliling Bukhara, kita akan mendapat lebih banyak interaksi dengan masyarakat lokal, dengan gang-gang sempitnya dan membuatku terhipnotis akan kehidupan lokalnya. Di malam hari, Bukhara terlihat lebih hidup, dengan alun – alun yang dipenuhi oleh sajian musik dan kedai makanan lokal yang siap menghiburmu selepas matahari terbenam.

General Tips :
  • Bangunlah lebih awal sekitar pukul 6 pagi untuk menikmati keindahan Kalyan Minaret seorang diri! Pagi hari di Kalyan Minaret benar-binar mengagumkan. Turis yang datang kebanyakan adalah orang lokal yang hendak mengucap doa di Poi Kalyan Minaret. Kamu bisa memuaskan hasrat berfotomu tanpa turis hingga pukul 8 atau setengah 9 pagi. Setelah itu, turis mulai berdatangan dan suasana akan menjadi ramai.
  • Jangan lewatkan blue hour setelah sunset di Po-i-Kalyan! Ketika petang mulai menyapa, Po-I-Kalyan Minaret ini akan menjadi lebih hidup karena dihiasi oleh lampu kuning. Salah satu objek foto terindah di Bukhara.
  • Nikmati malam dengan pemandangan Kalyan Minaret dari sudut pandang berbeda dari Chasmai-Mirob Restaurant. Salah satu restaurant dengan view paling fotogenik! Aku sangat merekomendasikan kalian untuk mencoba the hijaunya. Tea potnya hanya seharga 5000 soms, sangat murah namun memiliki aroma the yang autentik!
Photography Tips :
  • Ada lebih banyak detail rumit di Bukhara, cobalah mengambil pola repetisi dari detail tersebut lebih dekat. Aku banyak mengambil detail detail bangunan dari beberapa café yang memiliki teras. Aku menggunakan OPPO Reno masih dengan mode zoom untuk detail pada masjid.
  • Gunakan momen Blue Hour dengan baik, manfaatkan perpaduan warna biru langit dan lampu bangunan yang menyala. Ketika lampu pada Kalyan Minaret menyala, aku mencoba menggunakan night mode + zoom pada kamera OPPO Reno dan hasilnya sangat memuaskan! Bangunan terlihat lebih megah karna bantuan lampu pada Minaret. Selain itu, ada komponen warna komplementer antara biru dan jingga yang membuat semakin menarik.
  • Gunakan komposisi simetris saat memotret bangunan-bangunannya! Pastikan sisi kanan dan kiri memiliki cropping yang sama. Berikan sedikit ruang kosong (langit atau tanah) di bagian atas atau bawah pada objek utama bangunan jika ingin mengambil keseluruhan bangunan.
  • Gunakan juga framing seperti pintu yang terbuka, menghadap ke arah bangunan lainnya. Ini bisa membuat fotomu lebih menarik!
How To Get To Bukhara?
  • Tersedia Train dari Khiva/Samarkand/Tashkent menuju Bukhara.
  • Pesawat dari Tashkent/Khiva menuju Bukhara. Untuk jadwal penerbangan tidak setiap hari, jangan lupa selalu cek di website online.
Food Recommendation :
  • Chasmai – Mirob restaurant, they have really good lamb & beef food!
  • Bella Italia restaurant. Just in case you miss Italian food, you should try their food! It is amazing and pretty cheap, sekitar 30-40 ribuan untuk pastanya.

3. Samarkand

Samarkand adalah kota ketiga sekaligus kota terakhir yang berhasil mencuri hatiku. Ada kesan tersendiri mengunjungi kota. Kota ini adalah kota teramai dari dua kota sebelumnya, Bukhara dan Khiva. Menjelajahi kota ini membuat mata dan pikiran terbius akan kecantikan bangunannya yang luar biasa. Sebenarnya banyak dari bangunan di Samarkand yang telah rapuh oleh terjangan waktu. Namun pemerintah sepertinya menyadari potensi wisata kota ini. Semuanya direnovasi menyerupai bentuk awal bangunan. Satu hal yang sangat menonjol dari Samarkand adalah mozaik bangunannya yang lebih rumit, menciptakan pola-pola karya seniman jenius pada zamannya. Perpaduan warna bangunan di Samarkand lebih beragam dibanding Khiva dan Bukhara, meski warna hijau dan biru tetap bersamanya. Samarkand bisa aku gambarkan seperti kota yang lebih modern jika dijelajahi secara keseluruhan. Namun, begitu kaki ini singgah ke bangunan kunonya seperti Registan, Bibi Khanum Mosques dan Shah I Zinda, kita seperti masuk ke dalam roda waktu. Hawa di di dalamnya terkesan sangat kuno meski sudah dipugar. Memandang ke langit-langit bangunan membuat decak kagum tiada henti. Terlalu indah untuk digambarkan dengan kata-kata. Tiap detail ornament, pemilihan warna serta cerita sejarahnya seolah menghanyutkan pikiran oleh keagungan zaman itu.

General Tips :
  • Tahu jam buka tempat bersejarah di Samarkand. Kompleks wisata sejarah di Samarkand memiliki jam buka yang berbeda. Contohnya Shah-I-Zinda yang buka mulai jam 9 pagi, Registan yang buka pukul 11 atau Bibi Khanum Mosques yang buka jam 7 pagi. Ketahuilah kemana kamu ingin berkunjung terlebih dahulu untuk menghindari ledakan turis sehingga fotomu tidak terganggu oleh desakan turis.
  • Carilah hotel di sekitar Registan. Registan adalah daya tarik utama di Samarkand. Objek objek lainnya cukup berdekatan dengan Registan dan tentunya ada banyak pilihan makanan di sekitar Registan sebagai pusat turis.
  • Jangan takut jika diajak berkenalan dengan orang lokal! Mereka sangat ramah dan banyak yang sekedar hanya say ‘Hi’ atau ingin bercakap-cakap dengan kalian. Mereka sangat senang karena ‘rumah’ mereka kedatangan banyak turis dari luar. Mereka juga tidak segan membantu jika kalian tersesat.
Photography Tips :
  • Uji kreativitas kalian dengan cropping dan framing! Ada banyak sekali corak ornamen yang sangat menarik untuk difoto. Sangaaat banyak! Kalian harus jeli untuk menentukan komposisi mana yang dipilih.
  • Banyak objek bangunan yang menarik untuk difoto dengan komposisi simetris.
  • Coba lihat ke langit langit di dalam bangunan untuk mendapatkan persepektif foto yang berbeda. Ada banyak sekali pattern mengagumkan yang bisa kalian temukan bangunan-bangunan Samarkand. Aku banyak menggunakan mode zoom OPPO Reno + night modenya karena percahayaan di dalam ruangan yang kurang memadai. Penggunaan zoom di sini untuk mendapatkan cropping pattern yang pas dan lebih detail. Selain itu, aku juga menggunakan 10x zoom OPPO Reno di beberapa objek foto di Registan karena ada beberapa objek di area Registan yang ingin aku foto secara keseluruhan dari angle depan tanpa distorsi. Aku mengambil jarak yang sedikit jauh lalu menggunakan zoom pada OPPO Reno. Hal lainnya yang terpenting dari penggunaan zoom adalah pengaturan cropping agar komposisi tidak terlalu ramai. Usahakan semua objek yang mengganggu dalam frame dihilangkan dengan cara zoom lebih dekat dengan objek utama.
How To Get To Samarkand?
  • Cara terbaik adalah dengan menggunakan kereta dari kota-kota lainnya di Uzbekistan.
Food Recommendation :
  • Aku hanya sempat mencoba Bibikhanum tea house dan rasanya sangat worth it. Plovnya cukup murah hanya 20 soms.

Overall :

I love Uzbekistan! Traveling ke Uzbekistan sangat menarik karena ada banyak sekali objek foto di Negara Asia Tengah ini. Bersiaplah terkagum-kagum dengan paras mereka! Bahkan banyak sekali yang mirip dengan artis artis Indonesia. Kalian juga tidak perlu khawatir dengan makanannya meskipun mereka tidak memiliki rasa yang kaya rempah dan pedas, makanan di sini sangat sangat memanjakan lidah. Mereka memiliki lamb dan beef yang sangat empuk! Ohiya jangan lupa untuk mencoba melon Uzbekistan, 100% fresh and the most delicious melon in the world!

Last but not least, Terima kasih untuk OPPO Indonesia yang sudah memberikan kesempatan untuk mengabadikan setiap momen di Uzbekistan dengan OPPO Reno 10x zoom. I personally really like it! Kameranya sangat canggih, meskipun di zoom sampai 10x hasilnya masih tajam dan jernih + mengangkat warna objek dengan efek HDR. Banyak dari objek foto di atas yang minim cahaya, tapi berhasil dikoreksi dengan teknologi di kamera OPPO Reno. Yang paling buat aku kagum adalah night modenya yang berhasil buat foto yang gelap ketika kehilangan cahaya matahari menjadi lebih hidup. Benar-benar jadi sahabat travelingku selama di Uzbekistan.

Tips Tambahan :
  • Uzbekistan adalah Negara CASH. Kartu kredit & debit mostly tidak berfungsi di ATM di sini. Kebanyakan dari restauran dan hotel hanya menerima cash.
  • Pastikan kalian menukar pecahan rupiah kalian dengan USD sebelum berangkat ke Uzbekistan.
  • Bersabarlah ketika mengantri saat pembelian tiket kereta. Banyak orang Uzbekistan yang suka menyerobot dan terkadang internet mati saat booking di ticket counter.
  • Harga taksi cukup murah. Jika kalian mendapat taksi khususnya yang bukan taksi berwarna kuning, cobalah untuk menawar 5 hingga 20 soms. Aku membayar 30 soms dari stasiun ke salah satu café di Tashkent yang berjarak 10 menitan dengan taksi kuning. Sedangkan aku membayar hanya 13 soms dari café tersbeut menuju bandara dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan taksi mobil biasa.
Greetings - Vocabulary
  • Salom! - Hello!
  • Assalomualaykum! - Good morning!
  • Assalomualaykum! - Hello!
  • Xayrli tun! - Good night!
  • Xayr! - Bye!
  • Ko'rishguncha! - Good bye!
  • Raxmat! - Thank you!

#OPPORenoXIWWM
#OPPOReno10xZoom

Exploring The Blue Paradise, Maldives with @maldiveslowbudget

Road Trip in South Turkey with @qatarairways & @sorstravel

Bali Sunsets with Sackcloth x Ashes

A Journey to Flores with Compastrip

Lemon Laundry

Exploring the Hidden Paradise of Nusa Penida with Visit Nusa Penida

One Day at Sthala, A Tribute Portfolio Hotel

Wonderful Indonesia